12 Aug 2011

Supermarket diatara Pedagang kecil

Pertumbuhan Bisnis Diaceh semakin marak, khususnya di Banda Aceh. Sudah sepantas sebuah kota besar di banda Aceh memilki sebuat pusat perbel... thumbnail 1 summary
Pertumbuhan Bisnis Diaceh semakin marak, khususnya di Banda Aceh. Sudah sepantas sebuah kota besar di banda Aceh memilki sebuat pusat perbelanjaan yang bisa menjadi Icon dan kebanggaan masyarakat aceh. Pasar Aceh Shoping Center merupakan salah satu diantara Icon tersebut. Pasar Aceh Shoping center merupakan sebuah pasar tradisional yang mencoba eksis menjadi sebuah pasar Modern. 
Sebuah Mall merupakan sebuah Icon yang kiranya sudah pantas di miliki oleh banda aceh saat ini. Saat ini Banda aceh memiliki banyak Pusat perbelanjaan Modern Tersebut namun menjamur dan seperti tidak teratur dalam tata letaknya dan terkesan siapa yang memilki modal besar dapat membuka usaha tersebut di mana dia suka. Kondisi semacam inilah yang akan menghambat laju bisnis para pedagang-pedangang kecil disekitarnya.
Penulis membaca sebuah pertanyaan  disebuah media bagaimana proses pengurusan ijin untuk membuka sebuah usaha baik itu supermarket ataupun minimarket. dan pertanyaan ini langsung dijawab oleh Kepala KPPTSP Kota Banda Aceh 

ini kutipan pertanyaan tersebut yang saya ambil dari Serambinews.com 

Saya sudah lama berencana ingin membuka usaha mini market di kawasan Luengbata. Kira-kira apa aja syaratnya untuk bisa buka mini market?
+6283184195xxx

Urus HO dan SITU
Untuk mendapatkan izin mengurus mini market harus lebih dulu mengurus izin gangguan (HO) dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU). HO syaratnya antara lain mengisi fomulir permohonan, mengetahui camat dan keuchik, serta persetujuan tetangga, fotokopi KTP, Materai 6.000, dan pasfoto 3x4 (masing-masing 2 lembar), fotokopi status tempat usaha, gambar denah letak lokasi usaha (tim teknis melakukan pengecekan  ke lokasi), dan tanda bukti NPWPD.

Sementara SITU syaratnya, mengisi fomulir permohonan, melampirkan HO yang telah selesai, pasphoto 3x4 sebanyak 2 lembar. Untuk keterangan lebih lanjut bisa langsung ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP) Kota Banda Aceh yang berada di lantai satu Balai Kota Banda Aceh.

Dra Emila Sovayana
Kepala KPPTSP Kota Banda Aceh
Ternyata sangat mudah, Namun apakah unsur penilaian untuk HO tidak mempertimbangkan Bisnis disekitarnya. Kondisi ini bisa kita lihat di daerah neusu jaya dimana dilokasi tersebut hampir terdapat 5 supermarket dengan panjang jalan tersebut tidak lebih dari 2 Km. dan akan terasa lebih lucu melihat sebuah Brand market dengan satu nama dan terletak di lokasi yang berdekatan tidak melebihi radius 50 meter.
Apakah kondisi seperti ini tidak akan membunuh pedagang kecil disekitarnya. Dimana Supermarket ini mampu menjual lebih murah dari para pedagang pengecer lainnya. Semakin dibiarkan kondisi seperti ini makan akan semakin memperparah kondisi ekonomi masyarakat aceh yang saat ini sedang terlena dengan berbagai macam kredit.

1 comment

Post a Comment