4 Aug 2011

6 Kesalahan Ketika Interview Melamar Kerja

Jangan anggap enteng proses wawancara ketika melamar kerja. Sebab di sinilah nasib Anda ditentukan. Situs yahoo.com memberikan 6 kesalahan ... thumbnail 1 summary
Jangan anggap enteng proses wawancara ketika melamar kerja. Sebab di sinilah nasib Anda ditentukan. Situs yahoo.com memberikan 6 kesalahan yang umum dilakukan kandidat karyawan saat melakukan wawancara.
1. Bingung antara wawancara dengan interogasi
Kebanyakan kandidat berharap diinterogasi. Interogasi terjadi jika satu orang mengajukan semua pertanyaan dan pihak lain memberikan jawaban. Sementara wawancara adalah percakapan bisnis di mana kedua belah pihak saling bertanya dan merespons jawaban. Kandidat yang mengharapkan interogasi menghindari mengajukan pertanyaan, meninggalkan pewawancara dalam perannya sebagai interogator.

2. Membuat apa yang disebut kelemahan sebagai hal positif
Pewawancara umumnya bertanya kepada kandidat, "Apa kelemahan Anda?" Panduan wawancara yang konvensional biasanya akan menggarisbawahi kelemahan itu seperti, "Saya seorang yang perfeksionis" akan menjadi hal yang positif. Pewawancara tidak akan terkesan karena mereka mungkin mendengar pernyataan yang sama ratusan kali. Jika Anda diberi pertanyaan seperti itu, garis bawahi pada kemampuan yang Anda harapkan bisa berkembang dan deskripsikan apa yang Anda bisa lakukan untuk mengembangkan kemampuan itu. Pewawancara tidak peduli apa kelemahan Anda. Mereka hanya ingin melihat bagaimana Anda mengatasi setiap pertanyaan dan apa jawabannya.

3. Tidak mengajukan pertanyaan
Setiap wawancara akan diakhiri dengan pewawancara bertanya apakah Anda punya pertanyaan. Hal terburuk adalah dengan mengatakan Anda tidak punya pertanyaan. Itu sama saja mengindikasikan kalau Anda tidak tertarik dan tidak siap. Pewawancara akan lebih terkesan dengan pertanyaan yang Anda ajukan daripada poin-poin yang coba Anda tampilkan selama wawancara. Sebelum wawancara, sebaiknya Anda membuat daftar pertanyaan yang akan Anda ajukan.

4. Meneliti perusahaan, tapi tidak diri Anda
Kandidat secara intelektual menyiapkan segala sesuatunya dengan meneliti terlebih dahulu perusahaan yang akan dituju. Kebanyakan pencari kerja tidak melakukan penelitian terhadap diri sendiri dengan meneliti kembali pengalaman, pengetahuan, dan keahlian mereka. Formulasikan daftar-daftar pencapaian yang akan Anda sampaikan saat perusahaan menanyakan pengalaman bekerja Anda. Bersiaplah untuk sebuah diskusi yang membahas latar belakang Anda. Buat catatan pencapaian untuk menyegarkan memori Anda dan bisa membantu Anda dengan segera mengingat pengalaman yang mungkin Anda lupa saat wawancara.

5. Telepon tetap menyala
Kita mungkin hidup dalam dunia digital, lingkungan yang selalu siap sedia, tapi dering telepon atau ping pesan yang masuk saat wawancara adalah hal yang tak pantas. Matikan telepon sebelum Anda tiba di perusahaan untuk memulai wawancara.

6. Menunggu telepon
Waktu adalah musuh Anda usai wawancara. Setelah Anda mengikuti wawancara, ikuti terus perkembangannya beberapa hari kemudian dengan menanyakan kelanjutan proses wawancara. Cobalah untuk menelepon orang yang mewawancara Anda dan asumsikan semua yang Anda temui saat wawancara juga mengatakan hal yang sama. Informasi tambahan bisa berupa detail dari bakat Anda atau perubahan industri saat ini. Perhatian Anda akan membuat orang mengingat Anda.

No comments

Post a Comment