25 Jul 2011

Pencanangan Gerakan Masyarakat Magrib Mengaji

Terenyuh Hati ini saat membaca sebuah headline di media masa. Aceh Seramoe Mekkah seperti kehilangan jati dirinya mulai dari diterapkannya ... thumbnail 1 summary

Terenyuh Hati ini saat membaca sebuah headline di media masa. Aceh Seramoe Mekkah seperti kehilangan jati dirinya mulai dari diterapkannya Syariat Islam, Apakah di Bumoe Iskandar Moeda ini tak ada syariat hingga syariat Islam ini sendiri harus diberikan untuk Aceh dalam bentuk baku sebuah Label Nanggroe Aceh Darussalam. Kini kembali kondisi seperti terulang, ternyata banyak masyarakat aceh yang tak lagi mengaji, apalagi di waktu magrib. Sebuah keadaan yang begitu delematis buat rakyat aceh, dimana negeri darussalam yang menjadi negeri syariat ternyata masyarakatnya tak ada lagi yang mengaji, hingga perlu terjadi Pencanangan Gemar Mengaji Magrib.

Separah inikah problem akidah di masyarakat aceh, sebuah keperihatinan yang begitu dalam di Bumoe Iskandar Moeda ini. Apakah para generasi muda di aceh negeri yang bangga dengan syariat Islamnya kini juga telah luntur dengan harus dicanangkan kembali Gerakan Masyarakat gemar Mengaji.
Dimana letak budaya yang kita banggakan dengan Negeri Serambi Mekkah, Ternyata kini telah luntur di lindas oleh sinetron yang tayang di waktu maghrib. Ayo Kita sukseskan Gerakan Masyarakat gemar mengaji di waktu Maghrib dan Kita jauhkan Gemar Menonton Sinetron Diwaktu Maghrib.

Semoga Kedepan ini bukan menjadi Program kebijakan pemerintah, Namun menjadi suatu keyakinan dan budaya yang harus tetap dipelihara sampai ke anak cucu kita, Karena Mengaji adalah budaya Kita, bukan suatu program yang harus dicanangkan oleh siapapun. Sudah sepatutnya Umat Islam yang ada di Provinsi aceh Khususnya dan di muka bumi Allah umunya untuk selalu membaca kitab suci Al quran. 
Tanamkan dihati kita, Kita mengaji bukan karena Program Pemerintah, Namun mengaji lebih karena kecintaan Kepada Allah dan keharusan sebagai Muslim yang bertaqwa.

Tulisan ini hanya sebuah ungkapan persaan tentang betapa Musykil hati ini melihat kondisi bangsa ini dan lucunya negei kita ini yang nota bene Muslim tapi untuk mengaji pun harus di programkan.

No comments

Post a Comment