Headlines News :

Pemilukada Aceh

Written By Redaksi on 10 Apr 2012 | 22:19

rencongaceh.info – 09 April 2012 jadwal Pemilukada Aceh, sesuai dengan SK dari KIP aceh pun digelar. Terasa sekali perbedaan dari hari-hari sebelumnya, dimana masyarakat lebih terfokus untuk memberikan suara di TPS yang telah di tunjuk.

Pada Hari itu berlangsung Pemilihan Kepala daerah yang akan menjadi Gubernur dan walikota ataupun Bupati. Inilah hari yang sangat di tunggu oleh para calon kandidat untuk melihat seberapa besar animo masyarakat akan memilih mereka dan seberapa besar antusiasme rakyat aceh untuk terlibat dalam Pemilukada aceh yang digelar secara damai.

Sudahkah semua warga aceh memberikan hak suaranya ?, ternyata masih banyak rakyat aceh yang tidak memberikan suaranya pada pemilukada 09 april tersebut. Ada banyak alasan kenapa masyarakat tidak memberikan hak suara mereka di TPS yang telah ditunjuk.

Beberapa alasan masyarakat tidak memberikan suara di Pilkada aceh antara lain, belum dapat surat undangan untuk memberikan suara. Alasan yang cukup simple, akan tetapi ini lah budaya masyarakat kita tak di undang berarti kita tidak ada hak suara, walau seribu alasan dan seribu cara yang dilontarkan oleh Pihak KIP yang mengatakan selama nama anda terdaftar di DPT TPS silahkan datang dan berikan suara dengan menunjukan KTP.

Tak di undang berati tak datang ini lah yang secara umum jawaban dari warga yang tak kebagian undangan.

“Kenapa kami tak dapat undangan PILKADA, apa kami tidak dianggap warga disini, kalau jaga malam kami disuruh hadir begitu Pilkada kenapa tidak dianggap”. inilah sebagian dari pernyataan masyarakat mengenai tidak mendapatnya undangan untuk memilih di PILKADA Aceh kali ini.

Manajemen Keamanan Transaksi Elektronik

Written By Admin on 15 Mar 2012 | 11:15

Belajar Manajemen Keamanan Transaksi Elektronik

Jika melihat masalah-masalah keamanan seperti diutarakan sebelumnya (Baca), mungkin kita akan merasa takut untuk menjalankan transaksi elektronik. Sebetulnya masalah keamanan di dunia maya (cyberspace) memiliki prinsip yang sama dengan masalah keamanan di dunia nyata. Masalah keamanan ini dapat kita minimisasi sehingga e-procurement dapat diterima seperti halnya procurement konvensional.

Prinsip dasar dari penanganan atau management keamanan transaksi elektronik adalah meminimalkan dua hal:
·        meminimalkan potensi (probabilitas) terjadinya masalah yang ditimbulkan oleh keamanan;
·        meminimalkan dampak yang terjadi jika masalah tersebut terjadi

Hal yang pertama terkait dengan masalah pencegahan atau preventif. Sementara itu hal yang kedua terkait dengan bagaimana menangani masalah jika terjadi.

Untuk meminimalkan potensi terjadinya masalah dapat dilakukan sebuah security audit dan peningkatan pengamanan. Sebagai contoh, untuk meminimalkan potensi masalah keamanan dari sisi jaringan, dipasang sebuah firewall. Lubang-lubang keamanan yang ditemukan dari proses audit kemudian ditutup.

Sementara untuk meminimalkan dampak dapat dilakukan kajian sebagai bagian dari business impact analysis dan kemudian mengimplementasikan langkah-langkah untuk meminimalkan dampak. Sebagai contoh, apa akibatnya jika server yang digunakan untuk transaksi e-procurement tidak dapat diakses (rusak, terputus)? Berapa biaya yang hilang dari ketidak-tersediaan layanan tersebut? Hal ini dapat dikonversikan ke dalam bentuk finansial. Untuk meminimalkan dampak misalnya dapat diimplementasikan sistem ganda (redundant) dan disaster recovery.


e-Procurement Security

E-procurement di Indonesia,  mulai mendapat perhatian kembali setelah terbitnya Keppres No. 61/2004 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah secara elektronik. Adanya Keppres ini merupakan sebuah langkah penting dilihat dari sisi hukum, yaitu untuk memastikan status hukum dari e-procurement beserta dokumen-dokumen yang terkait.


Salah satu aspek yang masih ditakutkan dalam implementasi e-procurement dan aplikasi transaksi elektronik lainnya adalah masalah keamanannya. kali ini kita mencoba mengupas masalah dan asfek keamanan dari e-procurement.

Aspek keamanan secara umum ditinjau dari tiga hal, yaitu Confidentiality, Integrity, dan Availability. Ketiga aspek ini sering disingkat menjadi CIA. dan dalam hal ini diusulkan aspek lain yaitu aspek non-repudiation yang dipelukan untuk transaksi elektronik.  Penjabaran dari masing-masing aspek tersebut akan dibahas secara singkat pada bagian ini[1].

Confidentiality
Confidentiality merupakan aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi. Sistem yang digunakan untuk mengimplementasikan e-procurement harus dapat menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan. Bocornya informasi dapat berakibat batalnya proses pengadaan.
Kerahasiaan ini dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, seperti misalnya menggunakan teknologi kriptografi dengan melakukan proses enkripsi (penyandian, pengkodean) pada transmisi data, pengolahan data (aplikasi dan database), dan penyimpanan data (storage). Teknologi kriptografi dapat mempersulit pembacaan data tersebut bagi pihak yang tidak berhak.
Seringkali perancang dan implementor dari sistem informasi atau sistem transaksi elektronik lalai dalam menerapkan pengamanan. Umumnya pengamanan ini baru diperhatikan pada tahap akhir saja sehingga pengamanan lebih sulit diintegrasikan dengan sistem yang ada. Penambahan pada tahap akhir ini menyebabkan sistem menjadi tambal sulam. Akibat lain dari hal ini adalah adanya biaya yang lebih mahal daripada jika pengamanan sudah dipikirkan dan diimplementasikan sejak awal.
Akses terhadap informasi juga harus dilakukan dengan melalui mekanisme otorisasi (authorization) yang ketat. Tingkat keamanan dari mekanisme otorisasi bergantung kepada tingkat kerahasiaan data yang diinginkan.

Integrity
Integrity merupakan aspek yang menjamin bahwa data tidak boleh berubah tanpa ijin pihak yang berwenang (authorized). Untuk aplikasi e-procurement, aspek integrity ini sangat penting. Data yang telah dikirimkan tidak dapat diubah oleh pihak yang berwenang. Pelanggaran terhadap hal ini akan berakibat tidak berfungsinya sistem e-procurement.
Secara teknis ada banyak cara untuk menjamin aspek integrity ini, seperi misalnya dengan menggunakan messange authentication code, hash function, digital signature.

Availability
Availability merupakan aspek yang menjamin bahwa data tersedia ketika dibutuhkan. Dapat dibayangkan efek yang terjadi ketika proses penawaran sedang dilangsungkan ternyata sistem tidak dapat diakses sehingga penawaran tidak dapat diterima. Ada kemungkinan pihak-pihak yang dirugikan karena tidak dapat mengirimkan penawaran, misalnya.
Hilangnya layanan dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari benca alam (kebakaran, banjir, gempa bumi), ke kesalahan sistem (server rusak, disk rusak, jaringan putus), sampai ke upaya pengrusakan yang dilakukan secara sadar (attack). Pengamanan terhadap ancaman ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem backup dan menyediakan disaster recovery center (DRC) yang dilengkapi dengan panduan untuk melakukan pemulihan (disaster recovery plan).

Non-repudiation
Non-repudiation merupakan aspek yang sangat penting dalam transaksi elektronik. Aspek ini seringkali dilupakan. Aspek non-repudiation menjamin bahwa pelaku transaksi tidak dapat mengelak atau menyangkal telah melakukan transaksi.
Dalam sistem transaksi konvensional, aspek non-repudiation ini diimplementasikan dengan menggunakan tanda tangan. Dalam transaksi elektronik, aspek non-repudiation dijamin dengan penggunaan tanda tangan digital (digital signature), penyediaan audit trail (log), dan pembuatan sistem dapat diperiksa dengan mudah (auditable). Implementasi mengenai hal ini sudah tersedia, hanya perlu diaktifkan dan diakui saja. Dalam rancangan Cyberlaw Indonesia – yang dikenal dengan nama RUU Informasi dan Transaksi Elektronik – tanda tangan digital diakui sama sahnya dengan tanda tangan konvensional.

Standar Pengamanan
Dalam upaya untuk memenuhi aspek-aspek tersebut di atas, sistem perlu dirancang dan diimplementasikan sesuai dengan standar yang berlaku. Ada beberapa standar yang dapat diikuti, mulai dari standar yang sifatnya formal (seperti ISO 17799) sampai ke standar yang sifatnya lebih praktis dan operasional (yang sering disebut best practice).

Evaluasi Secara Berkala
Untuk membuktikan aspek-aspek tersebut sistem informasi perlu diuji secara berkala. Pengujian atau evaluasi ini sering disebut dengan istilah audit, akan tetapi bukan audit keuangan. Untuk menghindari kerancuan ini biasanya sering digunakan istilah assesement.


[1] Pembahasan tentang hal ini secara lengkap dapat dilihat dari buku Budi Rahardjo, “Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet,” (INDO CISC) yang dapat diperoleh secara gratis dari http://budi.insan.co.id/books/handbook.pdf atau jika berada pada jaringan ITB dapat diperoleh dari http://budi.paume.itb.ac.id/books/handbook.pdf




Modul-Modul Aplikasi E-Procurement

Modul Utama
    1. e-Lelang (e-tendering), adalah sebuah sistem dalam SePP yang akan mengadakan proses pelelangan umum secara elektronik untuk mendapatkan barang atau jasa. Proses penawaran harga dilakukan satu kali pada hari, tanggal, dan waktu yang telah ditentukan dan disepakati dalam dokumen pengadaan untuk mencari harga terendah tanpa mengabaikan kualitas dan sasaran yang telah ditetapkan. e-Lelang biasanya digunakan untuk pengadaan barang/jasa yang memerlukan evaluasi teknis untuk mendapatkan kualitas terbaik dan evaluasi harga untuk mendapatkan harga yang wajar. Proses pengadaan barang atau jasa yang melalui e-Lelang adalah pekerjaan konstruksi, pengadaan barang dengan variasi kualitas yang beragam, dan jasa pemborongan nonkonstruksi. e-Lelang terdiri dari e-Lelang Umum (Regular e-Tendering) dan e-Penerimaan Berulang (Reverse e-Tendering).
    2. e-Seleksi (e-Selection), pengadaan jasa konsultasi secara elektronik dengan metode seleksi secara umum dan terbuka.
    3. e-Pembelian (e-Purchasing), e-Pembelian akan menampilkan daftar permohonan pembelian barang atau jasa yang diinginkan. Seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang sudah terdaftar dalam SePP akan mampu menolak maupun menyetujui permohonan pembelian oleh suatu pihak yang disebut Panitia Pengadaan. e-Pembelian terdiri dari e-Penawaran Langsung (e-Price Quotation), e-Penawaran Berulang (e-Reverse Auction), dan e-Pembelian Langsung (e-Direct Purchasing).

  • Modul Pendukung
    1. Sistem Informasi Penyedia Barang/Jasa, yang akan mengatur dan menampilkan nama-nama perusahaan atau instansi yang bergerak dalam bidang pengadaan barang atau jasa dan telah terdaftar dalam SePP.
    2. Sistem Informasi Instansi Pemerintah, yang akan mengatur dan menampilkan data instansi pemerintah mana saja yang telah menggunakan dan mendaftar dalam SePP.
    3. e-Katalog, yang akan menampilkan semua daftar barang-barang yang telah dimasukkan ke dalam SePP. Sistem ini akan sangat membantu para penyedia barang atau jasa untuk melihat semua barang yang telah terdaftar, memudahkan administrator penyedia barang atau jasa untuk memantau barang-barang yang ditawarkan, serta mempermudah calon pembeli untuk melihat barang-barang apa yang ditawarkan.
    4. Selain itu, SePP juga menyediakan fasilitas pendukung lain seperti Sistem Daftar Hitam (Black List) dan Jejak Data (Audit Trail).

Selain SePP, ada beberapa sistem e-goverment procurement lain yang dikembangkan oleh beberapa instansi pemerintah (dan digunakan oleh instansi lain), antara lain:
  1. Sistem E-Procurement Kota Surabaya
  2. LPSE - Layanan Pengadaan Secara Elektronik

Awal Berdirinya Sistem e-procurement Indonesia

Sejarah e-procurement Pemerintah (SePP)

Sistem  e-procurement Pemerintah (SePP) adalah sebuah model aplikasi elektronik yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sistem ini merupakan perwujudan dari sistem e-procurement atau e-pengadaan yang berusaha mengatur transaksi bisnis melalui teknologi komputer, di mana proses pengadaan barang dan jasa dilakukan secara online atau daring. SePP dikembangkan oleh pemerintah Indonesia melalui Departemen Komunikasi dan Informatika sejak tahun 2004. SePP memiliki berbagai aplikasi yang akan mendukung semua proses transaksi yang dilakukan. Aplikasi tersebut terdiri dari 4 (empat) modul utama dan 3 (tiga) modul pendukung. Dengan hadirnya e-pengadaan atau SePP, pemerintah berupaya menciptakan sebuah sistem penyediaan barang dan jasa yang berbasis teknologi komunikasi dan informasi serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi elektronik. 

Sistem e-procurement di Indonesia pertama kali dibangun dengan dana dari World Bank pada tahun 2004. Sistem ini pada awalnya diberi nama National e-Procurement Government of Indonesia (NePGI) dan selanjutnya dikelola oleh Departemen Komunikasi dan Informatika. Nama NePGI kemudian diubah menjadi Sistem e-Pengadaan Pemerintah (SePP) pada tahun 2006. Sistem ini telah diujicoba dan disosialisasikan ke beberapa instansi pemerintah pusat dan daerah melalui pelaksanaan workshop dan pelatihan. Pada tahun 2007, penyempurnaan dan pengembangan aplikasi SePP terus dilakukan hingga muncul versi terbaru, yaitu SePP versi 3. Versi terbaru ini diharapkan dapat lebih memudahkan para satuan kerja dalam mengakses sistem ini. SePP termasuk ke dalam tujuh program flagship yang ditetapkan pemerintah melalui Dewan TIK Nasional (DETIKNAS) selain Palapa ring, e-Single Window, National Identity Number, National Single Window, Software Legal, dan e-Anggaran.
Pembentukan SePP dapat segera terlaksana karena beberapa alasan, diantaranya:
  • Data pada akhir Maret 2006 yang menunjukkan lebih dari 1 juta nasabah perbankan di Indonesia telah menggunakan layanan internet banking dan volume transaksi yang dilakukan Bank Indonesia saat ini telah mencapai rata-rata Rp 111 triliun dari 18.900 transaksi.
  • Data dari Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) yang menyatakan pada tahun 2006 pelanggan internet mencapai angka 1,7 juta pemakai.

Sumber : Wikipedia

TAG Heuer "The Racer"

Written By Admin on 14 Mar 2012 | 13:10

Jam tangan terkenal, TAG Heuer telah menyiapkan smartphone Android pertamanya. Smartphone TAG Heuer ini disebut sebagai 'The Racer'. Sesuai namanya, ia mengusung konsep mobil balap dan dibanderol USD 3.700 atau berkisar Rp 36 juta.

Apa yang membuatnya Smartphone tersebut begitu mahal ? ternyata bentuknya yang terinspirasi dari mobil Formula 1 dan GT racing membuatnya terlihat sophisticated. Material case yang digunakan seperti carbon fiber, titanium dan seperti yang dikutip dari Gizmodo menggunakan casing berlapis karet dan tahan banting, ternyata itu yang mempuanya begitu mahal dan menjadikannya mewah.

Sayangnya belum ada spesifikasi seperti apa TAG Heuer The Racer ini. Tetapi TAG Heuer mengatakan bakal menggunakan OS Android yang paling update dan mempunyai user interface 3D yang dapat dikustomisasi. 

TAG Heuer The Racer ini akan mulai tersedia pada bulan Juli 2012 di beberapa toko ponsel, jam dan perhiasan ternama yang menjual produk TAG Heuer.

Lowongan "Reporting, Monitoring & Evaluation Senior Officer "

Written By Admin on 12 Mar 2012 | 21:31

Islamic Relief Worldwide is an International Non-Governmental Organization (NGO) established in Birmingham, UK in 1984. Islamic Relief has a consultative status (special category) with the economic and Social Council of the United Nations is full member of British Overseas NGOs for
Development (BOND) and a signatory to the code of conduct for the International Red Cross and Red Crescent Movement and NGOs in Disaster Relief. It seeks to promote sustainable economic and social development by working with local communities through relief and development programmes.
Islamic Relief Indonesia is part of Islamic Relief Worldwide which has been working in Indonesia since 2003. Islamic Relief Indonesia provides service and support to the communities in mandate areas, based on the MoU with Department of Home Affairs. There are some initiative sectors under Emergency and Development program such as Shelter, Water and Sanitation, Health and Nutrition, Livelihood, Orphans, Education, Marines Fisheries, and Disaster Preparedness and Response. Through these sectors, Islamic Relief Indonesia plays significant role in alleviating the suffering and poverty of the world's poorest people.

Islamic Relief (IR) through World Bank funded aims to develop an integrated marine fisheries project that will provide better sustained livelihoods and can be replicated in line with the objectives of Economic Development Financing Facility (EDFF). This project will be done in line with multidimensional studies to integrate economic fishing activities with social, cultural, and environmental considerations. The main goal of this sub-project is improving coastal community prosperity through integrated marine fisheries management and better market access.

Islamic Relief seeks to hire committed and experienced persons for the following positions:

Reporting, Monitoring & Evaluation Senior Officer 

Base : Banda Aceh - NAD
Contract Duration : 6 months 

KEY DUTIES AND RESPONSIBILITIES: 
  • Collect, evaluate and analysis of reports, data and information from all program / project.
  • Coordinate information with all project offices and prepare written report for donors, Internal organization and others related government department
  • To manage and organize large amounts of information
  • To communicate effectively and to present information
SKILLS AND COMPETENCIES: 
  • Excellent data management and archiving system
  • Willing to be base in Aceh or other area as organization demanded
  • Excellent written and verbal communication skill
  • Fluent English and Bahasa Indonesia
  • Ability to work in a systematic and organized manner with high level of accuracy and attention of detail
  • Excellent interpersonal skill with an approachable working style
  • Ability to work within a team and independently
  • Minimum 5 years INGO experience
  • Graduated from a reputable university in relevant field activities.
DESIRED SKILLS
  • Self-starter who is able to work collaboratively across functional areas to achieve organization and personal performance objectives.
  • Demonstrated ability to conduct/oversee evaluations, reviews, assessments, etc.
  • Experience in the evaluation of development projects using a range of qualitative and quantitative methods.
  • Flexible
  • Knowledge and practical understanding of and ability to work within both relief and development NGO contexts.
  • Proven record of effective management
  • Ability to work in a team
  • Good IT skills
  • Communication skill and report writing
  • Problem solving

LANGUAGE:

* Fluency in English (written and spoken)

DISPOSITION

* Flexible & Patient
* Ability to work on your own initiative as well as a part of a team
* Sympathetic with aims & objectives of Islamic Relief
* Empathy with & understanding of the basic teachings and values of Islam.
* Sensitive to local customs
* Ability to work in a stressful environment 

PHYSICAL:

* Energetic and able to operate in situations which may be arduous
* No serious illness

If you meet the above requirements kindly send your detailed CV with recommendations from 2 referees, (one of them your immediate former employer) to: hrislamic @ islamic-relief. or. id. Please put the job title and your name in subject of your email. Early applications are encouraged.

Closing date: 15 March 2012

5 Proses Seleksi Kerja

Tips ini didapat dari seorang yang memang di bagian rekruitment Pegawai. Ada bebapa proses yang di utarakannya dan saya coba tuliskan secara terstruktur di Blog ini, semoga bisa membantu kawan-kawan yang sedang dalam proses mencari kerja.


1. SCREENING CV

Ini merupakan proses seleksi pertama, dimana pelamar mengirimkan surat lamaran pekerjaan beserta CV kepada perusahaan yang dilamar. Adapun biasanya, Perusahaan menerima lamaran ini melalui pos, email rekrutmen perusahaan, job online (jobs*B, Jobs*treet dll) ataupun melalui referal karyawan sendiri.

Apa saja yang diseleksi pada tahap ini?

1. Kesesuaian pengalaman pekerjaan dengan pekerjaan yang dituju.
2. Foto pelamar (biasanya untuk bagian frontline seperti CS, Resepsionis dll).
3. Back Ground pendidikan dan perusahaan sebelumnya.
4. Gaji saat ini dan yang diharapkan.

Tips pada proses ini.

1. Sebaiknya melamar pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan atau pengalamaan sebelumnya, contoh yang dihindari: IT staff melamar sebagai Accounting Manager  atau misal fresh graduate melamar sebagai Manager 

2. Sebaiknya foto dengan latar belakang warna merah atau biru, dan dengan gaya yang konservatif atau standar 

3. Minta gaji sewajarnya atau sesuai dengan posisi yang dituju, misal: IT staff sekitar 2 - 5 Jt, Finance Manager sekitar 6 - 15 Jt. Ingat perusahan punya budget untuk posisi tersebut dan punya market salary sebagai acuannya.

4. Tulislah Jobs Desc dalam CV, jangan hanya tulis posisi sebelumnya tanpa keterangan apa yang dilakukan.




2. PROSES INTERVIEW

Proses ini bisa dilakukan diakhir atau pertama tergantung prosedur masing-masing perusahaan. Proses interview biasanya dilakukan oleh HR dan User (calon Bos Anda). Oleh karena itu, biasanya pertanyaan2nya juga beda. HR berfokus menggali soft kompentensi seperti komunikasi, leadership, problem solving atau area2 yang pengembangan lainnya, sedang User fokus pada Technical Kompetensi seperti kemampuan penjurnalan, pengetahuan tentang LAN, dll.

Apa siy yang diseleksi pada tahap ini?

  1. HR menggali potensi calon karyawan apakah bisa dikembangkan dikemudian hari. Artinya HR menghindari karyawan yang tidak bisa diupgrade 
  2. Kesesuaian skill yang dimiliki dengan posisi yang dituju. (Pelamar kuat pada networking sedangkan posisi yang dituju adalah design grafis, nah ini yang meragukan pengambilan keputusan)
  3. Kemampuan dalam berkomunikasi, bisa dibayangkan klo interview ga bs ngomong 



Adapun tipsnya.

1. Berpakaianlah yang rapi, sopan dan ga lebay .

2. Saat interview tunjukan Agan antusias, ingin selalu belajar dan aktif berkomunikasi.

3. Pahamilah perusahaan yang Agan lamar dan posisi yang dituju. (Sejarah perusahaan tersebut dan perkembanganan saat ini)

4. Biasanya HR menggunakan teknik Behavioral Event Interview, yang Agan perlu prepare adalah kejadian2 masa lalu yang berhubungan dengan kompetensi problem solving, interpersonal communication, atau kompetensi yang dibutuhkan pada posisi yang dilamar.




3. PSIKOTES / ASSESSMENT CENTER

Proses ini untuk sebagian perusahaan tidak ada, atau pun untuk sebagian posisi dihilangkan, pertanyaan kenapa? 
1. karena untuk menjalankan proses ini memerlukan Psikolog dan tidak semua perusahaan memiliki HR staff yang Psikolog. (jika terpaksa biasanya menggunakan biro Psikologi)
2. Asumsi bahwa untuk posisi level atas telah mengalamai proses psikotes diperusahaan2 sebelumnya serta pada posisi managerial yang dibutuhkan adalah exposure pada posisi tersebut, Psikotes dianggap tidak relevan.

Apa siy yang dilihat pada proses ini?
1. Potential Capability atau potensi kemampuan.
2. Kelainan psikologis
3. Tingkat Kompetensi
4. Personality

apa aja tipsnya:

1. Usahakan cukup tidur malam sebelumnya.

2. Sebaiknya tidak percaya dengan mitos2 psikotes. Contoh: jawaban harus seimbang antara A dan B, atau diratakan pada perhitungan Krepplin (alat tes yang menghitung angka per baris dengan waktu tertentu).

3. Saat tes personality, Agan mesti bisa berpikir terbalik, yaitu jika Agan sebagai HR, profile personality apa yang sesuai dengan posisi yang dituju.

4. Berlatihlah hitung2an standar matematika, karena biasanya soal2 yang keluar sebenarnya hanya itungan2an dasar, kecuali untuk beberapa posisi tertentu.




4. NEGOSIASI GAJI

Proses ini Agan pasti sudah tahu semua, ini proses dimana Perusahaan dan Pelamar melakukan kesepakatan gaji. Gaji pada setiap perusahaan berbeda2 komponennya, biasanya terdapat tunjangan makan, transport, dll yang Agan pegang adalah THP atau take home pay, ini adalah gaji bersih yang Agan terima setiap bulannya. Pada beberapa kondisi, untuk posisi tertentu hitunganya tidak hanya per bulan, tetapi anual to anual, dengan mempertimbangkan bonus, insentif dll. 

Apa yang perlu diperhatikan dan tipsnya:
1. Tidak berbohong saat menginformasikan angka gaji. jika ketahuan maka proses langsung dihentikan, bahkan jika Agan diterima pun Agan bisa dikeluarkan, karena dianggap memanipulasi data dan tidak memiliki integritas.

2. Permintaan salary rasional, misal gaji sekarang Rp 4 Jt, Agan pindah ke posisi dan level yang sama, maka angka Rp 5 - 6 Jt cukup rasional. 

3. Sampaikan seluruh Gaji yang diterima, termasuk semua tunjangan dan benefit2 lainnya.

4. Pastikan kembali sebelum Agan menyetujui tawaran pekerjaan, yaitu jumlah gaji dalam setahun, insentif, perhitungan bonus dll.




5. MEDICAL CHECK UP

Proses ini menyeleksi secara fisik keadaan Pelamar, biasanya seleksi ini dilakukan pada posisi2 yang menuntut kondisi fisik yang kuat, contoh: sales, engineer, pekerja tambang dll. Pada proses ini yang diseleksi adalah penyakit2 yang dapat mengganggu kondisi fisik dalam bekerja atau rentan menular seperti:
1. Diabetes
2. Hepatitis
3. Penyakit kelamin 
4. TBC
5. Jantung
6. Asma dll

Adapun tipsnya, cuma 1 yaitu jaga kesehatan, selain itu cukup istirahat dan jangan kebanyakan nge game 

Bagi Agan yang memiliki penyakit2 tersebut sebaiknya tidak melamar pada posisi yang membutuhkan kondisi fisik yang kuat. Cobalah melamar pada posisi back office.

Tekhnologi

Komputer

TUTORIAL BLOG

Kunjungan Anda Kali dihalaman ini.

TUTORIAL FOTOGRAFI

 
Support : Modify | Copyright © 2012. Rencong Aceh Blognews - All Rights Reserved